Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 128 Kurikulum Merdeka Bab 4: Uji Kompetensi Esay

Simak kunci jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 halaman 128 Kurikulum Merdeka dalam artikel berikut ini. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila kali ini membahas tentang bagian Bab 4: Melestarikan Budaya Bangsaku. Kunci jawaban mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 8 Kurikulum Merdeka dalam artikel ini bisa menjadi referensi atau panduan siswa dalam belajar.

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar! Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 128 Kurikulum Merdeka Bab 4: Uji Kompetensi Esay Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka, Soal Esay Bab 4 Halaman 128 Banjarmasinpost.co.id

Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 124 127 Kurikulum Merdeka, Bab 4 Uji Kompetensi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 124 127 Kurikulum Merdeka Bab 4: Uji Kompetensi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 157 160 Kurikulum Merdeka Bab 5: Uji Kompetensi

Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 Halaman 96 99 Kurikulum Merdeka, BAB 3 Uji Kompetensi Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 9 Halaman 138 139 Kurikulum Merdeka Bab 4: Uji Kompetensi 1. Dalam pergaulan internasional, para pelajar Indonesia dikenal sebagai orang yang sopan, ramah, dan gemar membantu. Berdasarkan pernyataan tersebut, apakah terdapat hubungan antara tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan pembentukan identitas pribadi, sosial, dan bangsa? Jika ada, apa hubungannya?

2. Di sebuah sekolah terdapat beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Ada seni tari dan seni bela diri. Tari tango asal Argentina ternyata lebih menarik para siswi untuk mendaftar, sedangkan pendaftar tari saman asal Aceh relatif sedikit. Pada kategori seni bela diri, ekstrakurikuler karate lebih digemari dibandingkan pencak silat. Bagaimana pendapat kalian terhadap fenomena di atas? Apa solusi yang kalian tawarkan agar budaya nasional lebih banyak diminati oleh siswa dan siswi di sekolah tersebut? 3. Ada seorang pelajar yang lolos seleksi program pertukaran budaya ke Korea Selatan. Pelajar ini memang sangat menggemari budaya Korea Selatan. Namun, di sisi lain, ia kurang mengenali budaya nasional, bahkan budaya asal daerahnya. Menurut kalian, bagaimana sebaiknya sikap pelajar ini? Apakah pelajar ini sebaiknya membatalkan program pertukaran budaya tersebut dan mengenali budaya nasional terlebih dahulu? 4. Gambang semarangan adalah contoh budaya nasional asal Semarang yang hampir pudar. Menurut kalian, faktor apa yang menyebabkan budaya nasional tersebut memudar? Apa solusi yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian budaya nasional?

5. Pemerintah harus berupayamelestarikanbudaya nasional melalui berbagai regulasi dan kegiatan kebudayaan. Berdasarkan pernyataan tersebut, mengapa sebuah bangsa harusmelestarikanbudayanya? Jelaskan hubungan antara budaya dengan pembentukan identitas dan jati diri pribadi, sosial, dan bangsa! 1. Hubungan antara tradisi, kearifan lokal, dan budaya dengan pembentukan identitas pribadi, sosial, dan bangsa sangat erat. Tradisi dan budaya mencakup nilai nilai, norma norma, bahasa, seni, serta cara hidup masyarakat. Ketika individu terlibat dalam budaya dan tradisi tertentu, mereka menginternalisasi nilai nilai tersebut dan membentuk identitas pribadi mereka berdasarkan aspek aspek tersebut. Identitas sosial juga terbentuk melalui interaksi dengan masyarakat yang memiliki norma dan nilai yang sama. 2. Fenomena di sekolah tersebut menggambarkan bahwa preferensi terhadap kegiatan budaya dapat dipengaruhi oleh faktor seperti popularitas global, eksotisme, dan pengaruh teman sebaya. Untuk meningkatkan minat siswa terhadap budaya nasional, solusi yang bisa diambil antara lain:

Pendidikan dan penyuluhan mengenai nilai budaya lokal dan nasional agar siswa lebih menghargai dan memahami keunikan budaya mereka sendiri. Membuat kegiatan ekstrakurikuler yang menarik berdasarkan budaya nasional, seperti pertunjukan tari tradisional atau demonstrasi seni bela diri lokal. Mengundang budayawan atau praktisi budaya nasional untuk memberikan workshop atau ceramah kepada siswa. 3. Sikap pelajar yang sangat menggemari budaya Korea Selatan namun kurang mengenali budaya nasionalnya sendiri bisa dianggap sebagai peluang untuk pembelajaran lebih lanjut. Program pertukaran budaya bisa memberikan wawasan internasional yang berharga. Sebaiknya pelajar ini tetap mengikuti programnya, namun juga disarankan untuk belajar lebih banyak tentang budaya nasional dan daerahnya agar dapat menghargai dan memahami kekayaan budaya lokal. 4. Faktor yang menyebabkan budaya nasional seperti Gambang Semarangan memudar bisa disebabkan oleh modernisasi, globalisasi, perubahan gaya hidup, dan kurangnya upaya melestarikan budaya. Solusi untuk menjaga kelestariannya antara lain:

Kampanye edukasi tentang pentingnya melestarikan budaya lokal kepada generasi muda. Mengintegrasikan unsur budaya dalam kurikulum pendidikan agar generasi muda lebih terhubung dengan akar budaya mereka. Mengadakan acara budaya, pameran, dan pertunjukan agar budaya tersebut tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat. 5. Melestarikan budaya nasional penting karena budaya merupakan warisan identitas yang unik bagi suatu bangsa. Budaya membentuk ciri khas, norma, nilai, dan cara berpikir masyarakat. Hubungan antara budaya dan pembentukan identitas serta jati diri pribadi, sosial, dan bangsa sangat erat: Identitas pribadi: Budaya membentuk preferensi, nilai nilai, dan minat individu, membantu dalam membentuk pandangan diri dan tujuan hidup. Identitas sosial: Budaya menghubungkan individu dengan kelompok sosialnya dan menciptakan rasa kebersamaan dan identifikasi kolektif. Identitas bangsa: Budaya menjadi fondasi dari kebangsaan, mengingatkan akan sejarah dan akar budaya, serta mempersatukan warga negara dalam nilai nilai bersama.

Kunci jawaban Pendidikan Pancasila di atas hanya digunakan oleh orang tua atau wali untuk memandu proses belajar anak. Sebelum melihat kunci jawaban, pastikan anak mengerjakan sendiri terlebih dahulu. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a comment

All fields marked with an asterisk (*) are required