Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151 152 153, Identifikasi Informasi Cerita

Simak kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 151 152 153. Kunci jawaban ini menjawab soal di Buku Bahasa Indonesia Kurikulum 13 Bab 6. Siswa dapat menggunakan kunci jawaban ini sebagai referensi dalam menjawab soal soal di rumah.

Orang tua/wali juga dapat menggunakan kunci jawaban untuk membimbing belajar anak anaknya. Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 halaman 151 152 153. 1. Kesan apa yang kamu dapatkan setelah membaca tulisan tersebut?

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151 152 153, Identifikasi Informasi Cerita KUNCI JAWABAN Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151 152 153, Identifikasi Informasi & Struktur Cerita Kunci Jawaban Bahasa Indonesia K13 Kelas 9 SMP Halaman 151, 152, 153: Menyusun Cerita Inspiratif

Hercules Kantongi Izin Tambang Resmi, Besok 20 PIP Beroperasi di Basel, Mendapat Dukungan Astrada Bangkapos.com Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 151, Pertanyaan Identifikasi Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP, Pembahasan di Halaman 152 153

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Halaman 152 153 Kurikulum 2013 Menurut saya, tulisan tersebut memberi inspirasi dan menggugah perasaan sehingga memberikan kesan yang mendalam untuk melakukan kebaikan. 2. Rasa empati (merasakan apa yang dirasakan orang lain) apa yang ada?

Rasa empati menolong sesama dan berbuat kebaikan tanpa berburuk sangka. 3. Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari cerita tersebut? Pelajaran yang didapatkan dari cerita tersebut adalah kita sebagai makhluk sosial harus saling membantu sesama dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

4. Apa yang akan kamu jadikan pedoman hidup berdasarkan pelajaran yang diambil dari cerita itu? Yang saya jadikan pedoman hidup berdasarkan cerita itu adalah berpikir dahulu sebelum bertindak. Isi struktur berikut (dalam kotak sebelah kanan) sesuai cerita inspiratif tentang sedekah uang sepuluh ribu rupiah.

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar,tangan tangan mereka penuh dengan tas plastik belanjaan.

Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman " Beri kami sedekah, Bu!. Istri Budiman membuka dompetnya, lalu ia menyodorkan selemabr uang berjumlah 1000 rupiah.

Wanita pengemis itu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari jarinya yang terkuncup itu ke mulutnya seolah ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari hari tidak makan, tolong beri kami sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah… Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga.

Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak anak yang saleh dan salehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga…!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. "Bu…, aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali kali seraya bersyukur kepada Allah.

Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak anak, dan keluarga kita. Panjang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt. sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal, aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah.

Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah. Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba Mu vang kerap lalai atas segala nikmat Mu.

*)))Disclaimer: kunci jawaban ini hanya dijadikan sebagai referensi dalam mengerjakan soal di rumah. Siswa dapat mengembangkan jawaban sesuai dengan wawasan dan pengetahuannya sendiri. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a comment

All fields marked with an asterisk (*) are required